Peraturan Baru Rambu Lalu Lintas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku mendukung upaya Pemprov DKI yang akan memberlakukan denda retribusi dan derek sebesar Rp 500 ribu bagi pengendara yang parkir di sembarang Rambu Lalu Lintas tempat.Langkah tersebut dinilai membantu dalam mengurangi titik kemacetan akibat parkir liar di Ibukota. Tentunya dengan perhitungan denda yang besar itu diharapkan juga memberi efek jera pada warga yang tak tertib.



"Mudah-mudahan kesadaran masyarakat tumbuh. Kita dukung, soal perhitungan Pemda yang mengatur. Apakah itu akan menyulitkan ya itu masyarakat yang menilai, Pemda mengatur," kata Direktur Rambu Lalu Lintas Polda Metro Kombes Pol Restu Mulya Budyanto di Polda Metro.Sementara itu, pihaknya juga mengaku akan tetap melakukan upaya penegakan hukum. Seperti banyak masyarakat yang masih memarkir kendaraan di bahu jalan dan tempat di mana ada rambu larangan parkir. Restu mengungkapkan, ketentuan parkir di bahu jalan telah juga diatur oleh rambu-rambu larangan parkir.

"Kalau selama itu berhenti di larangan parkir ya kita tilang. Asal jangan (parkir) di trotoar. Seperti di Bekasi yang mau ke Karawang, itu kan di samping jalan aspal itu ada tanah, di situ boleh parkir," tutup Restu.Mulai minggu depan atau 8 September, Pemda DKI Jakarta memang akan menerapkan sanksi keras bagi mobil yang diparkir sembarangan. Dinas DKI Jakarta akan menderek kendaraan dan mendenda Rp 500 ribu untuk setiap mobil yang diparkir pada bukan tempatnya.

Rambu Lalu lintas Di Jalan Layang

Dari fungsinya, sebenarnya tidak ada yang mengganggu dengan Jual Rambu penunjuk arah di Jalan Prapanca Raya arah ke Cipete, tepatnya di depan Hotel Prapanca atau menjelang persimpangan arah ke Kemang.Namun dari segi estetika, keberadaan rambu sebagai penunjuk informasi arah ke Cipete, Fatmawati dan Kemang itu, akhirnya menjadi janggal.



Keberadaan plang yang ditopang tiang tunggal, tampaknya berada terlalu tinggi, hingga akhirnya bagian atas plang sedikit menekuk karena terbentur beton Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari-Blok M di atasnya.Akibatnya plang rambu menjadi tak rata dan mulus lagi karena jadi menekuk di beberapa bagian. Keberadaan rambu tampak agak tertunduk akibat beton JLNT yang terlalu rapat berada di atasnya.

Idealnya, rambu ini direlokasi ulang atau dipasang agak lebih rendah. Sebab JLNT Antasari-Blok M yang baru saja rampung dibangun tahun lalu, tampaknya mengusik keberadaan rambu yang sudah ada sebelum JLNT dibangun.

Meningkatnya Kecelakan Di Rambu Lalu lintas


Walaupun telah menerapkan beragam peraturan ketat pada Rambu Lalu Lintas, pemerintah Inggris malah dihadapkan pada fakta mencengangkan. Pasalnya, salah satu baru tersebut bukannya menekan angka kecelakaan, sebaliknya malah meningkatkan jumlah kecelakaan di negara tersebut.

Menurut hasil riset Institute of Advanced Motorists (IAM), jika dibanding tahun lalu, angka kecelakaan yang menyebabkan luka serius di Inggris pada 2014 ini justru meningkat sebanyak 26 persen.Bahkan, semenjak diberlakukannya pembatasan kecepatan hingga 30 km/jam, angka kecelakaan yang menyebabkan luka ringan pun turut meningkat. Angka ini melonjak sebesar 17 persen dibanding tahun lalu (2013), dimana pembatasan kecepatan tersebut belum diberlakukan.

"Merujuk hal ini, pemerintah dan anggota dewan wajib n mengambil sikap tegas terhadap pembatasan kecepatan 30 km/jam dengan mempertimbangkan lokasi dan kondisi lalu lintas yang sesuai untuk pembatasan kecepatan tersebut," ujar IAM chief executive Simon Best.

Anehnya, angka kecelakaan dengan korban luka ringan maupun berat dengan pembatasan kecepatan pada 50 km/jam dan 65 km/jam malah menurun dengan periode yang sama. Simon khawatir jika pembatasan kecepatan di 30 km/jam tidak merubah perilaku pengemudi dan hanya sebatas hiasan di jalan karena tidak digubris.Menurut lembaga tersebut, agar para pengendara menuruti rambu-rambu batasan kecepatan, perlu ada upaya tambahan tak hanya memasang rambu atau marka batasan kecepatan. Lebih lanjut, lembaga tersebut menyarankan untuk membuat semacam speed trap atau polisi tidur untuk jalan-jalan yang memberlakukan pembatasan kecepatan.
Peraturan Baru Rambu Lalu Lintas 4.5 5 Imam Sulistio Jumat, 05 September 2014 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku mendukung upaya Pemprov DKI yang akan memberlakukan denda retribusi dan derek sebesar Rp 50...


On : Jumat, 05 September 2014,

If you enjoyed this article, sign up for free updates.

author picture

About Author

I'am Imam Sulistio, a part-time blogger and template designer from Indonesia who is the founder And Author of Blog Gazebo. I love create Blogger Themes, write about blog design, And Blogspot tweaks. You can subscribe me on G+ @ Imam Sulistio .

Tidak ada komentar

Posting Komentar